歡 迎 您 來 到 我 生 活 日 記 ( ^ . ^ ) \/

我 過 得 每 一 天 是 能 讓 我 慢 慢 成 長 的 ..
我 們 要 學 會 獨 立 ..
我 們 要 不 斷 地 一 直 學 好 的 ..
我 們 的 人 生 充 滿 快 樂 和 幸 福 如 果 我 們 會 好 好 珍 惜 ..
想 信 自 己 會 改 變 跟 好 ..
相 信 有 一 天 我 會 证明 給 自 己 說 .. 我 一 定 能 改 ..
我 們 的 身 心 不 斷 地 在 變 化 ..
簡 單 就 好 ..
寬 容就 好 ..
平 凡 就 好 ..

凡 凡 我 的 名 字

Foto saya
hadapilah kehidupan ini dengan kedamaian...

朋 友 們

Selasa, 28 Februari 2012

The early memories together BLIA-Yad

kenangan yang sudah lama, foto yang sudah tersimpan lama, debu yang semakin tebal, dan ingatan semakin kabur, tetapi gimana pun kenangan adalah seberkas cahaya yang tertanam di hati kita, masa lalu yang semakin membuat kita dewasa, masa lalu yang membuat kita sekarang menjadi lebih baik lagi. Kenangan baik atau buruk ini selalu terukir abadi sebagai catatan jejak kehidupanku.
salah satu kenangan yang membuat saya menjadi lebih dewasa menghadapi dunia luas ini, yaitu kenangan selama ini saya di BLIA-Yad. BLIA-Yad, adalah suatu organisasi Internasional khusus muda-mudi, dimana organisasi ini membimbing anak remaja untuk mengeluarkan bakat kreatifitas masing2 melalui Dharma, membentuk karakter masing-masing yang baik serta profesional, dan tempat dimana para remaja dapat mengembangkan kebijaksanaan melalui Dharma. mungkin kawan-kawan dapat melihat saya yang berada di BLIA-Yad sudah 8tahun lamanya sejak di tahun 2004, saya sudah menjadi member BLIA- Yad
tetapi jujur dibilang saya menjadi murid Dharma sesungguhnya, dan benar2 mengerti akan tujuan saya masuk ke BLIA-Yad hanya  mencapai  umur 3 tahun. Tahun tersebut dihitung dari 2009 sejak saya menjabat panitia BLIA-Yad.
lucu juga, apabila diingat ingat kembali, saat saya memulaii jejak pertama di BLIA-Yad tahun 2004 september. Pertama kalinya saya mulai ketemu dengan Ven. Chueh Teng yang  sebagai guru pembimbing kami hingga sekarang di BLIA-Yad  Vihara Dharma Shanti. Pertama kali juga saya beruntung dipilih oleh Teng shifu sebagai volunteer acara  isyarat tangan/shouyi fo jiao kao wo. Keberuntungan kedua  pun mengikuti saya, saya mendapat persetujuan orang tua untuk mengikuti tour ke malaysia bersama Teng Shifu dan  teman-teman BLIA-Yad. 
kebanyakan yang mengikutinya tour itu adalah panitia BLIA- Yad, sehingga saya merasa minder sedikit.. hahaha..
saya yang masih kecil dan masih menduduki smp 1, mulai belajar mandiri mengikuti tour malaysia bersama BLIA-Yad , pengalaman yang lucu dan kocak sekali, masih ingat waktu itu angelin salah satu teman yang mengikuti tour ke malaysia, dia sempat menari di kamar dengan lagu Thuo Tiao (lepaskan) sambil melepaskan celananya... sungguh lucu sekali. hahahahahaha. dan masih ingat Silvia Winny dan Winny Andriany adalah teman satu tim sewaktu di malaysia. Ketemu teman-teman malaysia , seperti desmond,  De an,  Song hueizhang dan sebagainy, kita jalan-jalan ke tong chan she, bertemu dengan Ven. Chueh Chen. apalagi dipikir2 sungguh sayang sekali, saya yang waktu itu hanya menikmati fasilitas luarnya, yang masih tergila-gila untuk main, sehingga kurang menghargai moment berharga berada di fgs malaysia , tong chan she.
tahun- tahun berlalu, saya yang aktif selalu mengikuti acara blia-yad mulai dari dharma tour, harmonize camp,  Independenc day, Tamarin, Old n New party, harmonize camp, harmonize concert, dan jalan sehat. Berbagai kegiatan-kegiatan positif yang diselenggarakan oleh BLIA-Yad inilah yang mulai membimbing saya ke tahap kedewasaan dan membuat diri saya menjadi seorang panitia  BLIA-Yad hingga sekarang.
Jujur, pada dasarnya anak-anak seumuran smp sma, hal lain mengikuti kegiatan vihara, pasti pertama kali yang diincar semua orang adalah mencuci mata, mencari teman /pdkt, terus tukaran nomor hape, hingga ketahap pacaran tidak benaran untuk belajar dharma, hanya sekilas mendengarkan tanpa mempratekannya (Emanknya vihara adalah tempat untuk mencari jodoh?) .. dan kasus ini saya sendiri pun merasakannya.. hehehe, maka itu timbullah keinginan saya untuk menjadi lebih baik lagi. Saya sangat cemburu melihat para panitia BLIA-Yad yang kompak dan memiliki impian yang sama untuk memajukan Buddha Dharma. Saya sangat ingin mendaftarkan diri sendiri untuk menjadi panitia, agar saya bisa mempelajari banyak hal  dan lebih mengenal BLIA-Yad. Untuk mendapatkan kepercayaan diri yang besar  di dalam BLIA-yad, saya menampilkan perbedaan diri saya yang kelihatan lebih dewasa, sehingga mulai itulah saya belajar memakai make up, memakai eyeliner, memakai bedak, memakai skot mata, dan mulai menjaga kecantikan saya. Sampai di akhir tahun 2009, saya baru menyadari kecantikan bukan segalanya untuk saya, tetapi inner beauty yang menampilkan kecantikan alami. saya pun mulai menghentikan make up dan menjadi diri sendiri yang sebenarnya.
saya yang sering dimarahi sewaktu belajar menjadi volunteer/sukarelawan, karena sering kurang disiplin, kurang konsentrasi, sering melamun, saya yang sering ceroboh dibimbing hingga menjadi seorang yang berani dan seorang yang kuat. Setelah itu, saya mendaftarkan diri saya pada tahun 2008 menjadi panitia BLIA-Yad periode 2009 s.d 2011. Dan itulah jejak kehidupan dharma mulai saya pelajari, seperti sikap, etika, moralitas, sopan santun, ikhlas dan dibawah bimbingan Ven. Chueh Teng yang membimbing pengembangan diri saya hingga sekarang. Saya belajar bagaimana menjadi seorang yang dapat bekerjasama dengan orang lain, saya belajar menjadi seorang ketua yang mengorganize suatu acara, saya belajar bagaimana mengatasi kesulitan dengan kemandirian, saya belajar melayani orang dengan keikhlasan,serta belajar mengubah karakter diri sendiri yang baik.
Mulai saat itu juga saya pelan-pelan menginstropeksi diri sendiri, dari mulai sikap malu2, sikap yang pesimis, yang gampang nangis, yang gampang emosi, saya mulai memperlajari untuk mengubahnya (change my life).
Awal di tahun 2009 saya menjabat panitia, saya selalu diremehkan oleh senior BLIA-Yad, tetapi janganlah takut diremehkan, terima kasihlah kepada orang -orang yang meremehkanmu, karena orang-orang tersebut yang membuatmu menjadi kuat dan keinginan belajar semakin besar lagi.

Sangat beruntung saya dapat masuk ke dalam organisasi BLIA-Yad, membuat saya menyadari bahwa saya adalah orang yang berguna, bahwa saya adalah orang yang dapat merelakan diri sendiri demi masyarakat luas, saya dapat mengembangkan Buddha Dharma, saya dapat membuat anak-anak muda dapat dengan senantiasa belajar dharma tanpa beban. Saya sangat bangga terhadap diri saya sendiri, karena perubahan yang semakin baik inilah memberikan saya kebahagiaan yang tidak terbatas. Buddha Dharma selalu memberikan kita jodoh yang baik untuk kita jalankan, dan inilah jodohku yang paling baik berada didalam organisasi BLIA-Yad. Selain mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan, serta mendapatkan pelajaran dharma yang pelan-pelan membimbing diri kita ke jalan yang lebih baik lagi.

BLIA-Yad mengajarkan kita untuk senantiasa "memberi", memberikan harapan, memberikan kebahagiaan, memberikan kenyamanan, memberikan kepercayaan kepada semua orang. Janganlah selalu meminta, memberi lah lebih banyak dan engkau akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Setelah masuk di BLIA-Yad engkau dapat merasakan bahwa belajar dharma bukanlah hal yang membosankan, tetapi dharma itu dapat kita belajari dari seni , bakat, dan kreatifitas membuat kehidupan kita lebih berwarna, membuat masa muda lebih bermakna, membuat diri sendiri yang berguna, membuat panggung untuk mengeluarkan bakat2 anak muda, dan secara tidak langsung kita telah mempelajari dharma untuk kita pratekan ke masyarakat.

Jangan lah pernah melupakan semua kenangan-kenangan yang ada di BLIA-Yad, karena tanpa adanya BLIA-Yad maka masa mudaku tidak ada artinya sama sekali.
karena adanya BLIA-Yad maka ada saya yang sekarang.
Berbuat yang baik
Berhati yang baik
Berkata yang baik

Janganlah mengsia-siakan usia muda mu untuk hal yang tidak berguna, berbuatlah sesuatu yang berguna untuk masyarakat , jadikanlah diri sendiri yang berguna dan dapat digunakan oleh orang lain.

Salah satu  panggung yang dapat memberikan engkau masa depan yang lebih cerah..
I LOVE BLIA-Yad......







Senin, 27 Februari 2012

佛教靠我 Buddha dharma depend on me


Selama ini kita menjalani kehidupan sehari-hari, tidak pernah terhindar dari masalah keluarga, masalah pribadi maupun masalah pekerjaan, karena kita mengerti hidup di dunia ini selalu ada masalah untuk kita lebih dewasa menghadapinya. Kadang kita menghadapi masalah, banyak sekali orang yang lupa akan mempratekkan Buddha dharma sehingga menyelesaikan masalah bukan dengan cara yang bijaksana malah dengan emosional, dengan keegoisan, sehingga membawa kesulitan diri sendiri. 
 Kebanyakan orang memilih untuk menghindari masalah, memilih untuk stress, memilih untuk bertengkar, serta ada yang memilih mencari jalan kematian, ini adalah keputusan yang konyol. Ingat apa yang telah diajarkan oleh guru pembimbing kita, Master Hsing Yun, pernah berkata kita harus ada kepercayaan diri yang kuat terhadap kalimat “ Buddha dharma mengandalkan aku (Buddha dharma depend on me)”. 
Mengapa begitu? 
karena diri sendirilah yang hendak mempratekan dharma, menjalankan dharma, serta melindungi dharma. Janganlah hanya sebagai orang yang senantiasa mengikuti agama Buddha tanpa mengetahui tujuan sebenarnya, alias  Agama Buddha KTP. Kita belajar menyembah Buddha, belajar mengikuti sekolah minggu, belajar membaca doa, belajar menjadi sukarelawan, tetapi tidak mengerti arti tujuan yang selama ini kita lakukan. Selalu berpedoman bahwa “Buddha dharma depend on me”, maka diri sendiri yang harus memulainya, dengan menjalankan dharma, mempratekan dharma dikehidupan sehari-hari. Masalah yang paling umum dan yang paling sering kita ketemu seperti menghadapi gosip, apabila anda tidak membicarakan gosip, tidak menyebarkan gosip, tidak mendengarkan gosip, tidak menghiraukan gosip,maka anda sudah berhasil memutuskan awal masalah besar yang terjadi di sekitar anda, serta  itulah dasar pelatihan diri dari tujuan kita belajar agama Buddha. 
Tujuan belajar agama Buddha, untuk kita dapat melatih diri, membina diri menjadi lebih baik, belajar melepaskan dari 3 kesengsaraan, yaitu kebencian, keserakahan dan kebodohan, belajar menjalankan apa yang diajarkan oleh Buddha dharma dan bukan belajar memohon Buddha, belajar mencari kebahagiaan melalui Buddha dharma dengan cara menyebarkan cinta kasih kepada semua mahkluk hidup, belajar menjadi seorang yang bijaksana serta orang yang dewasa menghadapi kerisauan duniawi ini. Salah satu tujuan belajar buddha dharma juga untuk mengurangi masalah, seperti belajar melepaskan 3 kesengsaraan, maka anda juga akan dapat terbebas dari penderitaan. Percayakah anda? Kebencianlah yang membawa malapetaka dan membawa anda dendam serta berbuat sesuatu untuk merugikan orang lain, keserakahan yang membawamu menderita apabila keinginan anda tidak terpenuhi dan kebodohan yang membawa anda mencari penderitaan.
Percayalah kekuatan dari kalimat “Buddha Dharma Depend on me”  yang membuat anda sadar bagaimana mencari kehidupan anda, selalu tertanam dipikiran bahwa, karena AKU lah maka masalah ini terselesaikan, karena AKU lah maka teman-teman dapat mengenal Buddha Dharma, karena AKU lah maka masyarakat luas ini dapat mempratekan dharma di kehidupan sehari-hari, Karena AKU lah maka mereka dapat terbebas dari penderitaan, karena AKU lah maka buddha dharma dapat berkembang, karena AKU lah yang mengandalkan buddha dharma maka dunia ini menjadi indah sejahtera.

Ingatlah, Anda tidak perlu takut akan dikalahkan orang lain, karena orang yang mengalahkan diri anda sendiri bukan orang lain melainkan diri anda sendiri. Bersyukurlah anda dapat bertemu dengan masalah duniawi ini sehingga anda dapat belajar mempratekan dharma, belajar menjalankan dharma , serta membuat keputusan yang bijaksana .


Buddha dharma mengandalkan AKU, ANDA, KAMU, KITA, KALIAN untuk berbuat sesuatu yang baik dan berguna kepada masyarakat kita, selalu berpedoman terhadap Buddha dharma, maka kerisauan apapun dapat terselesaikan, kebahagiaan akan selalu mengikuti kita. 佛教靠我﹐靠你﹐靠他﹐靠大家 .

Terima Kasih Amithofo